Music Video

Hindia - Secukupnya

Published On May 15, 2019

Saat pertama kali saya mengajak teman-teman untuk mengirimkan cerita masing-masing, saya tidak menyangka bahwa akan terdapat begitu banyak yang cukup berani (dan kuat) untuk membagikan keresahannya kepada saya.

Semuanya hanya minta didengarkan, tidak ada yang minta 'digembala' melalui permintaan atas solusi. Saya rasa kita semua seperti itu. Kadang-kadang hanya ingin didengarkan, kadang-kadang ingin menghilang. Karena merasa lelah dengan tetek-bengek kehidupan itu wajar, dan merasa sedih juga wajar.

Jangan pernah merasa tidak pantas untuk menangis karena masalah yang kalian punya 'tidak seberat' masalah orang lain, yang mungkin saat ini sedang dililit hutang, atau nyawanya sedang kritis; tiap orang memiliki pertaruhannya sendiri-sendiri melawan dunia.

Saat pertama kali memiliki ide untuk menciptakan konsep video seperti ini untuk Secukupnya, orang pertama yang langsung terbayang di benak saya untuk menjadi pilot dari proyeknya adalah @valedgina. Gaya lo-fi footage-footage ‘mentah’ beliau sepertinya cocok untuk menjadi teman visual dari Secukupnya; yang juga mengajak teman-teman (dan saya sendiri!) untuk membuka perasaan-perasaan paling mentah yang sedang dirasakan.

Dalam prosesnya, Valen juga bercerita tentang alasan utama Ia mulai menekuni videografi—yang pada akhirnya kami putuskan bersama-sama untuk masuk ke dalam video; secara tidak langsung memperlihatkan bahwa tragedi-tragedi pahit yang kita rasakan saat ini mungkin akan ada benang merahnya, bukan besok, bukan lusa, bahkan mungkin bukan tahun depan, tapi di waktu-waktu mendatang, yang kita belum tahu kapan, karena memang bukan urusan kita sebagai manusia untuk bisa menjawabnya sekarang. Perasaan-perasaan mentah ini juga ditangkap dengan sangat indah oleh @okkiedgina di dalam video.

Cerita-cerita yang masuk ke video kira-kira hanya seperempat dari seluruhnya yang lain; dalam jangka waktu beberapa bulan ke depan, saya berencana untuk mendokumentasikan/mengarsipkan semuanya dengan baik, entah dalam format apa. Mungkin dalam bentuk blog yang bisa kita isi dan rawat bersama, atau dalam bentuk zine digital yang akan keluar berkala. Saya yakin bahwa seluruh cerita ini penting untuk dibagikan, karena saya rasa cerita tentang kesedihan dan kegagalan juga sama pentingnya dengan cerita-cerita yang ada di balik sesi-sesi motivasi korporat atau institusi pendidikan. Justru, mereka lebih nyata dan mengakar ke pengalaman kita semua sehari-hari. Cerita-cerita ini juga mungkin dapat menjadi penguatan bagi kita yang sedang menjalani hal-hal serupa.

Akhir kata, saya hanya meminta dengan sepenuh hati agar teman-teman, di manapun kalian berada dan apapun yang sedang kalian lewati, untuk tidak menyerah. Pasti bisa kita jalani sama-sama. Pada akhirnya tidak ada yang sia-sia di bawah matahari :)

Salam, Hindia.

Credits:

Video by Val Edgina
Starring Okki Edgina
Edited by Val Edgina and Baskara Putra
Stories are taken from open submission in May 2019

'Secukupnya' (2019) taken from Hindia's upcoming album, 'Membasuh' (2019)

Performed by Hindia
Written by Baskara Putra
Produced by Adhe Arrio
Guitarworks by Petra Sihombing
Mixed by Adhe Arrio with help by Wisnu Ikhsantama W.
Mastered by Wisnu Ikhsantama W. at Soundpole Studio

Sun Eater 2019. www.suneatercoven.com
@wordfangs
@suneatercoven

kapan terakhir kali kamu dapat tertidur tenang?
(tenang)
tak perlu memikirkan tentang apa yang akan datang
diesok hari

tubuh yg berpatah hati
bergantung pada gaji
berlomba jadi asri
mengais validasi

dan akupun hadir seakan paling mahir
menenangkan dirimu yang merasa terpinggirkan dunia
tak pernah hadir kita semua gagal

angkat minumanmu
bersedih bersama-sama
(a aaa a aaa a)
sia sia
pada akhirnya
putus asa
terekam pedih semua
masalahnya
lebih dari yang secukupnya

rekam gambar dirimu yang terabadikan bertahun silam
putra putri sakit hati
ayah ibu sendiri
komitmen lama mati
hubungan yang menyepi

wisata masa lalu kau hanya merindu
mencari pelarian
dari pengabdian
yang terbakar sirna
mengapur berdebu kita semua gagal

ambil sedikit tissue
bersedihlah secukupnya
(aaa...)
secukupnya
kan masih ada
penggantinya
belum waktunya kau bisa
menjawabnya
(aaa...)
secukupnya

semua yang sirna
kan kembali lagi
semua yang sirna
kan nanti berganti

(a aaa a aaa a)

Related Music Videos