News

6 Rekomendasi Alat Yang Biasa Digunakan Untuk Membuat Home Recording Studio!

ayrussi / Fri, 10 August 2018

Ada pepatah bahasa Inggris bilang kalau ?Don?t do anything by half?, bahasa Indonesianya sih, ?Jangan melakukan sesuatu setengah-setengah?, apalagi kalau melakukan sesuatu yang kita suka. Ngomong-ngomong hal yang suka dilakuin, Mousaik paling suka cover lagu!

Mau ngerekam lagu sendiri dengan kualitas maksimal tapi budget terjangkau? atau kamu cuma mau ngecover lagu tapi hasilnya?nggak setengah-setengah? Mousaik kali ini mau sharing apa aja sih alat-alat rekaman atau alat-alat home recording studio yang direkomendasiin langsung sama narasumber-narasumber terpercaya yang Mousaik pilih untuk kita semua, yaitu ada?Bagus Bhaskara,?Algyle?dan?Aditya Ariandika?Yuk langsung aja cari tahu apa alat-alatnya!

1. Microphone


Mic, panggilan yang sering digunakan untuk microphone, jadi alat pertama yang harus kita siapkan kalau mau buat home recording studio, nih. Mic, seperti yang kita tahu, gunanya sebagai media yang merekam suara yang mau kita rekam, ini dia penjelasan lebih mendalamnya!

Kalo dari?Bagus?Bhaskara?yang memiliki dari lagu ?Say It Now? ini jelasin detail banget tentang macam-macam mic dan gunanya apa aja. Mic pertama yang paling simple, paling praktis yang disarankan Bagus untuk digunakan adalah?Mic USB. Kenapa praktis? Karena Mic USB ini langsung punya kabel USB, jadi dengan mudah kita bisa langsung menghubungkannya ke komputer atau laptop yang kita gunakan untuk merekam. Sayangnya, walaupun mudah digunakan, hasil kualitas suara yang direkam dengan Mic ini menurut Bagus relatif kurang bagus, karena suaranya langsung diformat ke dalam bentuk digital di Mic-nya, jadi kemungkinan suaranya jadi kurang jernih, atau bisa jadi pecah.

Yang kedua adalah mic dengan jenis dynamic.?Mic Dynamic?sering banget kita lihat di kondangan, nih! Atau kalau yang sering karokean, mic dynamic adalah mic yang sering kita pakai di sana. Penggunaan Mic Dynamic sedikit lebih rumit daripada penggunaan Mic USB, karena penggunaannya membutuhkan kabel XLR untuk dikoneksikan ke hardware lain.

Mic terakhir adalah?Mic Condenser. Menurut Bagus, mic ini adalah tipe mic yang paling sensitif dengan jangkauan yang luas, jadi mic ini bisa dipakai untuk kita yang mungkin mau rekaman dengan gitar, tapi nggak mau ribet-ribet ngutak-ngatik mic untuk gitarnya lagi, atau mungkin kita mau rekam suara bareng sama teman-teman vocal group kita, jadi semua suaranya bisa kerekam dengan sangat bagus dengan mic ini!

Kalau Bagus udah jelasin tentang masing-masing kelebihan dari tiga macam mic, Selanjutnya ada?Aditya Ariandika?atau yang biasa disapa?Adit. Dia lebih sering menggunakan satu jenis mic untuk rekaman, yaitu mic condenser!

Seperti yang udah dijelasin sama Bagus, mic condenser memang adalah tipe mic yang paling sensitif, dan merekam suara dengan hasil yang cukup jernih. Dilansir dari ThoughtCo, mic condenser biasanya punya hasil suara yang lebih besar, dan mic ini sensitif terhadap suara yang besar disekitarnya, jadi walaupun kita cover lagu terus tiba-tiba ada suara anjing di luar studio kita yang lagi gongong, kemungkinannya kecil banget suara gongongan anjing itu masuk ke rekaman kita.

2. Audio Interface


Alat ini mungkin sering jadi bahan omongan orang-orang yang memang ada di sekitar ruang rekaman, tapi kali ini Mousaik mau bahas alat ini karena alat ini jadi salah satu alat yang penting untuk home recording studio! Audio Interface, dilansir dari Music Repo, adalah alat yang kita perlukan untuk memasukkan dan mengeluarkan suara dari komputer kita.

Menurut?Bagus, audio interface adalah hardware yang menangkap suara masuk ke dalam mic dan berubah menjadi sinyal digital menuju ke komputer kita. Audio interface ini juga digunakan untuk sambungin alat-alat rekam, seperti mic dynamic, supaya hasil rekamannya bisa langsung masuk ke komputer kita.

Dengan audio interface ini, kita bisa input suara rekaman kita ke software atau aplikasi edit audio, dan suaranya juga dijamin bagus dan nggak pecah!

Selain itu, penggunaan audio interface juga direkomendasiin nih sama?Algyle! Kalau menurut Algyle, audio interface adalah external soundcard, karena audio interface memiliki kegunaan yang hampir sama dengan soundcard, soundcard juga digunakan untuk menghasilkan hasil rekaman suara yang bagus, bedanya biasanya soundcard ada di dalam mesin, dan audio interface ada di luar mesin.

Baca Juga: Cerita Grace Sahertian di Balik Lagu ?Beautiful? Yang Berduet Dengan Musisi Jazz Amerika

Soundcard eksternal, atau audio interface, diperlukan karena soundcard bawaan komputer, menurut Algyle, nggak di desain untuk rekaman yang otomatis, alhasil kalau dipakai untuk rekaman akan sering ngadet dan telat hasil bunyinya. Penggunaan audio interface juga gampang menurut Algyle, karena kita tinggal colokin instrument atau alat rekam kita, misalnya mic atau alat musik, pakai kabel jack ke audio interfacenya. Audio interface yang disarankan untuk dibeli oleh Algyle adalah yang punya minimal 2 input, jadi kalau mau rekam suara dan rekam gitar atau alat musik lainnya bisa dalam satu kali rekaman.

Audio interface atau soundcard eksternal yang murah dan direkomendasiin sama Algyle adalah?Interface Focusrite Scarlett Mono?yang harganya 1,2 Juta Rupiah!

3. Ruang Rekaman


Kalau bicara soal suara, pasti selalu ada hubungannya sama kayak gimana bentuk ruangan yang kita gunakan. Pernah nggak nyanyi di kamar mandi terus suaranya bergema, jadi kayak bagus banget? Atau nyanyi di lorong gedung, terus suaranya bergema juga, jadi ngerasa kayak penyanyi seriosa? Nah, ruangan yang bergema kayak gitu lah yang nggak cocok untuk kita pakai buat rekaman! Lalu ruangan gimana ya yang cocok?

Kalau menurut Bagus, untuk memilih ruangan tempat kita rekaman, kita harus cek dulu, apakah suara yang ada di dalam ruangan memantul (bergema), atau tidak. Kalau suara dalam ruangan udah nggak memantul, berarti ruangan itu udah cukup bagus untuk jadi tempat recording.

Terus gimana kalau misalnya di dalam kamar kita, ruangan yang akan kita pakai untuk recording, suaranya memantul? Nggak usah pindah ruangan! Menurut Bagus, kita tinggal melakukan beberapa hal, misalnya, beberapa sisi pojok dinding bisa kita tempelin busa, kalau nggak ada busa, bisa juga kita pakai selimut yang ditempel di tembok juga, jangan lupa juga untuk pakai karpet di lantai, supaya suara kita nggak mantul ke bawah dan akhirnya masih ngehasilin gema.

4. Monitor


Monitor di sini bukan monitor komputer atau laptop yang berbentuk layar lho, ya! Tapi monitor berbentuk speaker. Kalau lagi nonton live band, biasanya suka nggak sih ngeliat speaker di panggung yang arahnya masuk ke panggung? Mungkin suka bingung dan mikir ?Lah, kok speakernya arahnya bukan ke penonton malah ke pemain musiknya??, nah, speaker yang ada di panggung itu bukan sembarang speaker, guys! Speaker itu adalah monitor!

Kalau menurut?Algyle, monitor adalah salah satu alat yang sangat disarankan untuk dimiliki, guys! Terutama untuk kalian yang mau home recording dan mulai coba belajar rekaman dengan serius. Menurutnya, sebenarnya headphone juga udah mencukupi buat jadi monitor, cuma lebih baik pakai monitor speaker, karena kita bisa dengerin hasil rekaman dan mixing kita dengan lebih detail dan jernih, jadi kalau ada kesalahan kecil, kita bisa denger juga.

Algyle punya penjelasan lucu nih tentang monitor speaker, menurutnya monitor speaker itu cenderung lebih ?jujur? dibanding speaker lainnya, jadi suara yang kita denger itu benar-benar kayak suara asli, jadi kita bisa lebih ngerti kayak gimana sebenarnya hasil rekaman kita kalau di dengar, jadi, seperti yang udah dibilang tadi, kita bisa lebih gampang denger kesalahan kita, jadi lebih gampang prosesnya.

Beda sama Alygle, kalau buat?Bagus, headset atau headphone sebenarnya udah cukup buat kita untuk dengerin suara-suara waktu kita rekaman, sementara kalau monitor speaker lebih digunain untuk ngedenger hasil akhir rekaman dan mixing kita, sama kayak yang dibilang Algyle, mungkin karena suara yang dihasilkan sama monitor speaker lebih ?jujur? jadi kita bisa denger detail hasil rekaman dan mixingnya.

Adit?juga ngasih tahu kalau monitor speaker jadi salah satu alat yang penting, nih! Kalau menurut Bedroom Recording, monitor speaker yang cocok kita pakai kalau lagi home recording adalah??nearfield studio monitors?, dengan monitor speaker ini, kita bisa ngedenger hasil suara rekaman dan mixing kita dengan jelas, speaker ini ngebuat kita ngerasa deket banget deh sama suaranya.

5. Software

?

Walaupun nggak berbentuk perangkat berat, Software jadi salah satu perangkat penting untuk kita rekaman, lho! Kalau menurut Recording Connection, penting banget bagi kita yang mau belajar tentang rekaman untuk tahu pengetahuan dasar tentang program software yang digunakan waktu lagi rekaman!

Software untuk rekaman, atau yang biasa disebut DAW (Digital Audio Workstation) jadi salah satu alat rekaman yang juga direkomendasiin sama Algyle, nih! Untuk apa sih software rekaman? Software rekaman gunanya adalah untuk ngebantu kita mixing suara dan nambahin rekaman alat musik atau lainnya yang kita rekam.

Algyle?ngerekomendasiin dua software kesukaannya, yaitu?GarageBand?dan?Cubase. Menurut Algyle, kedua software ini simple, gampang digunakan, dan hasilnya juga bagus, jadi buat kita yang baru mulai belajar rekaman, akan lebih mudah belajarnya.

GarageBand, dikutip dari Pitchfork, adalah aplikasi rekaman yang dibuat sama Apple, setiap orang yang punya gadget dari Apple pasti pernah punya pengalaman make GarageBand ini, karena gampang untuk digunain, bahkan kalau sekedar untuk iseng-iseng aja.

Cubase, menurut Ask Audio, adalah software rekaman yang sangat kuat, dan di dalam software ini udah tersedia segala macam feature atau alat yang bisa kita gunain waktu mau buat project rekaman.

Baca Juga:?Rekomendasi Alat Supaya Nge-Cover Lagu di Instagram/Youtube Lebih Kece!

Algyle juga ngerekomendasiin kita untuk punya komputer atau laptop, alat kita untuk mixing rekaman, dengan RAM diatas 4GB, ini supaya laptop atau komputer yang kita pakai nggak lemot waktu lagi rekaman, atau parahnya mati waktu lagi rekaman.

Kalau?Adit?ngerekomendasiin satu software yang sering dia pakai, nih! Namanya adalah?Ableton Live. Hampir sama dengan software gampang yang direkomendasiin sama Alygle, Ableton Live juga gampang digunain buat kita yang masih pemula dalam rekaman dan mixing suara. Di software ini juga ada feature audio-to-MIDI yang bisa langsung ngebuat audio yang kita rekam jadi MIDI, apa itu MIDI? Langsung aja cari tahu, yuk!

6. Midi Controller


Alat yang satu ini jadi alat yang optional yang direkomendasiin sama narasumber kita kali ini! Apa sih MIDI Controller? MIDI Controller adalah hardware atau software yang bisa kita gunakan untuk ngebunyiin alat musik yang langsung berubah jadi data elektronik atau digital. MIDI sendiri adalah singkatan dari Musical Instrument Digital Interface.

Buat?Bagus, MIDI Controller adalah alat yang optional yang fungsinya untuk membunyikan instrument yang udah ada di komputer. Biasanya Bagus pakai keyboard biasa yang langsung disambungin ke komputernya, tapi sebenarnya kita juga bisa pakai keyboard qwerty yang biasanya kita pakai untuk ngetik, bahkan kita juga bisa pakai mouse komputer biasa, lho! Kalau kata Bagus istilah gaulnya adalah ?mbatik MIDI?.

Gimana? Udah siap buat home recording sendiri? Sekarang rekam cover buat Instagram atau ngerekam lagu sendiri nggak setengah-setengah lagi, deh! Kalau hasil cover pakai home recordingnya udah ada, jangan lupa post ke Instagram pakai hashtag?#CoverSaik, ya! Kira-kira alat-alat apa lagi ya yang harus Mousaik cari tahu?

Oh ya,?ketiga narasumber yang baru aja ngasih rekomendasi?punya lagu sendiri loh! Dari?Aditya Ariandika?yang punya lagu?City Without Sky?,??I Still Do??dan lagu-lagu lainnya. Lalu?Algyle?yang udah merilis??Pesona??dan??Memori Tak Berarti?. Sedangkan?Bagus Bhaskara?memiliki single??Sadarku??dan??Say It Now?.

By Analuna Manullang

Related Article