News

Bagaimana Kebebasan Berekspresi Dalam Bermusik Saat Ini?

Michelle Budiman / Thu, 14 November 2019

Saat ini, kebebasan para musisi maupun seniman Indonesia dalam mengekspresikan karya-karya mereka di negeri ini sudah cukup baik. Tak seperti 20 atau 30 tahun lalu, dimana mereka harus mendapati karyanya dibatasi, diamputasi bahkan dimodifikasi demi kepentingan kelompok tertentu.

Para musisi Indonesia di tahun 80an dan 90an mengalami hambatan dalam berekspresi, terutama jika membahas politik di Indonesia. Sangat diperhatikan bahasa yang digunakan, namun sekarang siapapun dapat membagikan opininya tentang apapun.

Kehadiran media sosial saat ini juga turut berperan besar dalam mendukung kebebasan berekspresi. Hanya saja, tentu sebagai seniman yang memiliki nilai-nilai ketimuran, ada hal-hal yang perlu kita perhatikan dan garis bawahi agar norma-norma tetap terjaga, namun pesan seni yang ingin dilontarkan dapat tetap tersampaikan dengan lengkap dan sempurna. Namun, seberapa jauh kita dapat ‘menjaga’ norma-norma tersebut?

Pada bulan Februari lalu, seorang musisi Indonesia bernama Danilla Riyadi geram mendengar kabar DPR mempersiapkan Rancangan Undang-Undang Permusikan. Berakhiran membuat petisi di Change.org berjudul #TolakRUUPermusikan untuk menghentikan rancangan tersebut, RUU Permusikan dimusnahkan karena dianggap dapat merepresi kebebasan berekspresi dalam bermusik. Danilla mengatakan bahwa ada 19 pasal yang bermasalah dalam draf RUU tersebut, karena bertolak belakang dengan Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan. Ia juga menambahkan bahwa draf RUU Permusikan bertentangan dengan Pasal 28 UUD 1945, yang menjunjung tinggi kebebasan berekspresi.

Dari berita tersebut yang didapatkan oleh cnnindonesia.com, tentu para musisi dan seniman tidak merasa adil jika opini mereka harus dibatasi oleh kaum politikus. Namun, masa ini sebenarnya amat beruntung karena memiliki kebebasan seutuhnya dalam berekspresi. Pesan yang ingin disampaikan dapat secara gamblang diutarakan dan dimengerti oleh para pendengarnya. Kemudahan ini tak didapati oleh seniman masa lampau.

Oleh karena itu, penting bagi seniman masa ini untuk menggunakan kesempatan dan kebebasan yang ada dengan penuh tanggung jawab. Membuat sebuah karya yang tak hanya mampu menyampaikan pesan, namun juga memiliki nilai edukasi dan pemahaman yang lebih baik bagi peminatnya.

Related Article