News

Holaspica Rilis “Naik Ke Laut”, Mini Album Yang Mengangkat Tema Yang Tak Biasa!

Mou / Fri, 10 August 2018

"Masih kudengarkan lantunan si ikan dengan mata terpejam. Sebelum akhirnya, kuberanikan diri untuk berdiri dan berusaha menemukannya. Aku mendengar raungan yang berwujud kesahku yang diwakilkan oleh si ikan. Ia mengertiku. Seakan ingin ditemukan. Dalam pencariannya menemukan."

Perahu pun sampai pada titik dimana ikan pun ikut menanti kedatangan nelayan...

Begitu pun Holaspica, singer-songwriter berasal dari Lampung, yang akhirnya merilis EP berjudul "Naik Ke
Laut" yang menyuguhkan 5 track list dengan tema yang mungkin jarang kita temui di album-album lainnya. Yaitu cerita yang berkesinambungan tentang seorang nelayan yang melakukan perjalanan pulang dan pergi.

Album ini telah dirilis pada tanggal 5 Agustus 2018 di Radio seluruh Indonesia dan juga berbentuk fisik yang akan didistribusikan di beberapa kota nantinya.. Dilanjutkan pada tanggal 10 Agustus, lagu ini bisa di dengar secara digital (platform spotify etc).

Holaspica adalah sebuah solo project dari Virdyas Eka Diputri, yang akrab dipanggil "Hola". Musiknya bernapaskan prosa melankolis, dengan nuansa laut di malam hari. Kalau kamu suka mendengarkan musik-musik Folk, Indie dan sejenisnya mungkin kamu pernah mendengar atau familiar dengan judul "Naik Ke Laut" atau lagu lainnya yang berjudul "The Dying Sky".

Kedua lagu tersebutlah yang sebelumnya telah Holaspica rilis secara digital, yang telah melalui pemutaran serentak di 45 radio nasional. Kalau kamu lupa-lupa ingat, coba dengar lagunya dibawah ini.

Akhirnya di awal Agustus 2018 ini, Holaspica mendayung lebih jauh dengan mengeluarkan Mini Album. Sebuah album yang diisi oleh single-single yang telah dirilis, dan ditambah lagi 3 track yang juga secara garis besar sudah terdengar familiar buat para pendengar hola atau penyuka ikan.

Di Mini album "Naik Ke Laut" ini mengandung 3 cerita kelanjutan setelah single keduanya "The Dying Sky", yaitu cerita bagaimana nelayan menghadapi dirinya sendiri ketika sudah berada di tengah dan berhadapan dengan ikan atau sesuatu yang ditemukannya. Cerita itu diwakili oleh lagu berjudul Eleonora.

Di mini album ini pun, dilanjutkan dengan track ke 4 yakni berjudul The Rain Is Coming, mewakilkan kisah
bagaimana nelayan tadi yang telah berada di tengah laut, tertimpa suatu perubahan yang mendesak diri untuk memaknakan kembali semua yang terjadi di hidupnya, termasuk dirinya sendiri.

Terakhir, ada di posisi penutup, lagu yang berjudul Waktunya Pulang, menceritakan keinginan nelayan untuk menyelesaikan perjalanannya, entah itu berarti harus menyempatkan pulang dahulu, dan berdoa esok masih bisa diberikan kesempatan untuk Naik ke laut.

Musisi yang menjadi line-up di Folk Music Festival (2018), Soundsations (2018), Urban Gigs (2017), Artjog9 (2016), Asean Literary Festival (2015), dan lewat single pertamanya yakni Naik ke Laut, berhasil menjadi salah satu Breaking Indonesian Artist di sebuah playlist di Apple Music Singapura (2017), sekali lagi, mendedikasikan lagu-lagunya kepada mereka yang sadar akan "suara" nya, imajinasinya, mimpinya, dan gagasannya, untuk diwujudkan lalu dibagikan. 

Mari kita dengarkan selengkapnya Mini Album "Naik Ke Laut" dari Holaspica dibawah ini.

Spotify

Deezer

Listen "Naik Ke Laut" from Holaspica on iTunes

Related Article