News

Ikkubaru Melepas Album Terbaru Berjudul “Chords & Melodies”

Surya Yudhis / Wed, 19 February 2020

Berjarak 6 tahun pasca melepas debut album Amusement Park (2014), kuartet pop asal Bandung, ikkubaru akhirnya resmi melepas album terbaru sekaligus kedua yang diberi judul Chords & Melodies. Sophomore dari Muhammad Iqbal (vokal, keyboard dan gitar), Rizki Firdausahlan (vokal dan gitar), Muhammad Fauzi Rahman (bas) dan Banon Gilang (drum) ini dilepas secara mandiri di pelbagai layanan musik digital terhitung Jumat, 14 Februari 2020.

Sedangkan format fisiknya akan menyusul kemudian dalam kemasan cakram padat. Mengikuti jejak album pertama mereka, rencananya album kedua ikkubaru ini pun akan dirilis tidak hanya di Indonesia, melainkan akan dirilis juga di Jepang. Berbeda dengan digital, format fisik CD “Chords & Melodies” akan ada penambahan jumlah lagu. Menjadi 12 tracks.

Merujuk pada jarak yang bisa dibilang tidak sebentar dari debut Amusement Park, karenanya dengan penuh kesadaran ikkubaru menghadiahi pendengarnya dengan pengembangan arah musical dan lirikal yang tergolong signifikan. Tenggang waktu tersebut mereka manfaatkan untuk menyerap banyak referensi. Singkatnya, citra yang kadung melekat sebagai unit city-pop coba dikesampingkan. Sebagai gantinya kini mereka bermain di muara-muara pop dreamy yang lebih sintetis. Sedang untuk urusan lirik, tema tentang cinta dirajut ulang dengan cerita yang lebih mengarah pada kegelisan-kegelisahan manusia.

“Belakangan ini begitu banyak jenis lagu yang kami dengar. Hal ini juga menghasilkan dorongan yang membuat kami ingin menciptakan sesuatu yang belum pernah kami buat sebelumnya. Termasuk menulis lagu dengan pendekatan lirik Bahasa Indonesia yang jauh lebih banyak di banding rilisan-rilisan kami terdahulu,” beber Muhammad Iqbal selaku motor sekaligus penulis lagu dan produser album tentang alasannya mengapa ikkubaru mengubah gaya bermusik.

Dan entah kenapa, lanjutnya secara lirikal, musik yang kini diarungi ikkubaru sangat cocok untuk dibalut dengan tema tentang kegelisahan, dan atau tentang manusia lainnya. “Bisa dibilang kami terinspirasi untuk melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan oleh para pendahulu dari tanah Britania. Usungan genre macam "Dream Pop", "Shoegaze" dan sebagainya sangat sering mereka leburkan dengan tema manusia, kegelisahannya dan lainnya, dan tidak ada salahnya kami bermain di pusaran itu,” ujar Muhammad Iqbal.

Karenanya bisa di bilang, Chords & Melodies adalah kumpulan karya (berisi 10 lagu) dengan serapan banyak latar belakang musik; manifestasi bebunyian dreamy bergaya vibe, funk, sophisticated-pop hingga layer-layer synthesizer yang mengiris kadar new jack swing dengan pijakan-pijakan lantai dansa era 80-an. Kentalnya music-music tersebut lantas dileburkan dengan garis lurus atau benang merah dari ke-khas-an irama musik ikkubaru itu sendiri. Dan tentu saja konsepsi tekstual yang lebih luas. Sebuah palet yang juga bisa menjawab kenapa nama album ini diberi nama Chords & Melodies.

Pada intinya, dengan album ini kami mencoba lebih menyampaikan makna kekaryaan yang kontemplatif dan spiritual, setali tiga uang dengan judulnya "Chords & Melodies" yang bila diartikan bagaikan Jiwa dan Raga. Bagi kami, keduanya tidak bisa dipisahkan, karena kita adalah manusia,” tukas Muhammad Iqbal.

Sama seperti 4 single terdahulunya, album Chords & Melodies ini pun dirilis secara digital oleh net-label asal California, Amerika, Circulate Music. Sedangkan untuk divisi cover artwork “Chords & Melodies” ini dibuat oleh M.M Hadi (STRGZ), salah satu illustrator asal Bandung yang juga mengerjakan cover album pertama ikkubaru, “Amusement Park”.

Dengan jumlah lagu berbahasa Indonesia yang jauh lebih banyak daripada album sebelumnya, harapannya album kedua ikkubaru ini bisa lebih diterima oleh penikmat musik di Indonesia.

Related Article