News

Sekilas Cerita Tentang Lagu - Lagu Fiersa Besari

Surya Yudhis / Sun, 12 May 2019

Fiersa besari atau yang sering disapa Bung, sang penulis buku, Musisi, atau bisa juga sebagai petualang
baru-baru ini di dalam akun Twitter pribadinya, dia merangkum perjalanan musiknya dari10 tahun kebelakang sampai saat ini.

Dari yang awalnya ngecover lagu-lagu barat, bentuk band nyanyiin lagu emo sampai akhirnya nyiptain lagu-lagu balad yang kita kenal sebagai fiersa besari sekarang. Gimana sih perjalanannya selama kurang lebih sepuluh tahun terakhir? Yuk mari kita scroll ke bawah!

Your Call (Secondhand Serenade) Cover - 2009

Awalnya Fiersa Besari juga suka lagu-lagu ngecover lagu loh, seperti Nirvana, 30second to mars sampai lagunya Secondhand serenade diatas ini. Lagu "Your Call" ini Fiersa rekam di studio musik yang bernama Tracking Away dirumah Orang Tuanya. Dari Studio musik inilah Fiersa bisa berkenalan dengan banyak musikus dari pelbagai genre, hingga akhirnya saling menyebarkan lagu satu sama lain.

Jiwa Yang Terpasung (Hellfairies) - 2010

Jadi dulu, Fiersa Besari pernah punya band yang namanya Hellfairies, yang emo sampai ke DNA. Fiersa dan kawan-kawan maunya waktu itu bisa kayak Bullet For My Valentine, tapi apa daya, skill tak sampai. "Mamam tuh poni lempar" Canda Fiersa Besari di twitnya, wkwk!

Standing Next To You (E.W.E) - 2011

Eat Well Earl atau yang disingkat E.W.W adalah band yang sempat di bentuk Fiersa dan teman-temannya dengan lagunya "Standing Next To You". Gara-gara mereka suka sama NOFX, Blink 182 dan Nirvana, merekamencoba menggabungkan musik band tersebut. Di sisi lain, karena Fiersa ditinggal nikah sama temen-temennya, dia pun akhirnya mulai bikin lagu-lagu balada.

Melangkah Tanpamu - 2012

Setelah proses berpikir yang cukup panjang, Fiersa Besari memutuskan untuk melawan rasa malu dan serius bersolo karier. Lagu “Melangkah Tanpamu” merupakan embrio dari karya-karyanya. Dari sana, album 11:11 tercipta, yang enam tahun kemudian menjadi buku.

April - 2013

Faktanya, lagu “April” dibuat di bulan Maret. Setelah Fiersa hadiahkan pada perempuan bernama April sebagai kado perpisahan, Fiersa pun mulai menggembel menyusuri Indonesia selama tujuh bulan. Fase berkelana mengubah hidup saya. Dari sana, Fiersa Besari mulai menulis sampai sekarang.

Waktu yang Salah - 2014

Fakta lagu nih, Lagu ini sebenarnya sudah dibuat sedari 2012 dengan sebagai rekan duetnya. Tapi, baru dikenal orang-orang pada 2014, ketika album “Tempat Aku Pulang” lahir. Anehnya, lagu ini viral di tahun 2018-2019, enam tahun setelah pembuatannya

Juara Kedua - 2015

Juara Kedua jadi salah satu lagu hitsnya Fiersa Besari. Pastinya kita semua mengira kalau royalti dari lagu ini bakal besar ya pastinya. Tapi ternyata dari sini Fiersa belajar perihal industri musik dengan cara yang pahit.

Fiersa dan membuat album “Konspirasi Alam Semesta” (kelak menjadi buku), dan salah memilih masuk label. Kontrak yang ngejelimet mengakibatkan tidak adanya pembagian royalti sama sekali.

Garis Waktu - 2016

Fase terkelam sekaligus tercerah. Setelah wafatnya bapak menyisakan utang yang menumpuk, Fiersa harus kerja serabutan. Selama bekerja, Lord indie ini merampungkan naskah yang kemudian dilirik oleh penerbit dan mengubah nasinya. Naskah itu berjudul Garis Waktu.

Merdekalah Jiwa yang Terjajah (Suar Aksara) - 2017

Dipercaya menjadi ambassador Eiger Adventure dan tenggelam dalam dunia menulis membuat saya memutuskan untuk rehat dari dunia panggung. Puncaknya, saya, Panji Wasis dan melakukan petualangan/puisi bertajuk Suar Aksara.

Petualangan - 2018

2018 kembali menekuni dunia musik, kembali tur, dan menjadi sangat produktif dalam merilis lagu. Di tahun ini juga saya menjadi orang pertama yang dipercaya membuat original soundtrack untuk Eiger Adventure. Membuktikan, bahwa lagu saya tak melulu galau

Bukan Lagu Valentine - 2019

Lagu ini dibuat tahun 2015, iseng-iseng. Lalu dibuat video klipnya empat tahun kemudian, iseng-iseng juga. Eh, yang nonton di Youtube sampai jutaan. Ada-ada saja. Ya, intinya sih tetap produktif dan tetap berkarya, mau ada yang menikmati ataupun tidak.

Related Article