News

Yuk Kenali Musik Folk Di Indonesia, Dari Sejarah Hingga Perkembangannya Saat Ini!

Surya Yudhis / Mon, 21 May 2018

Suka dengar lagu-lagu Banda Neira? Stars and Rabbit? Bagaimana dengan Silampukau atau Danilla? Nah, tahu nggak kalau mereka menghasilkan karya lagu-lagu dengan genre folk? Entah kenapa jika ditelisik, musik folk di indonesia saat ini lagi berkembang pesat. Tidak jarang bermunculan musisi baru yang mengusung genre ini.

Lalu kamu tahu gak sih apa itu musik folk sebenarnya? Ada yang bilang musik folk itu membahas masalah isu-isu sosial atau lingkungan. Ada juga yang mengatakan bisa dibilang musik folk jika membawa unsur alat musik daerah.

Bahkan sekedar membawa lagu akustik pun dibilang musik folk. Sebenarnya mana sih yang benar? Kalau begitu yuk cari tahu apa itu musik folk dari sejarahnya hingga perkembangannya saat ini di Indonesia!

Latar Belakang Musik Folk

Dilansir dari Djarum Coklat, kata Folk berasal dari sebuah kata Jerman, Volk, yang berarti rakyat atau serupa, orang-orang secara keseluruhan. Musik folk sendiri menurut sejarah, berkembang di pertengahan abad ke-19 dan 20. Thomas William, seorang berkebangsaan Inggris (1846) disebutkan sebagai orang pertama yang menggunakan istilah folk untuk menggambarkan tradisi atau adat istiadat yang ada di tengah-tengah masyarakat.

Musik Folk di Indonesia

Dalam buku Denny Sakrie yang berjudul ?100 Tahun Musik Indonesia?, ternyata ada setidaknya 3 kota besar yang menjadi pionir perkembangan musik folk, yaitu Jakarta, Bandung, dan Surabaya.

Kalau di Jakarta, permainan musik Folk mulai terdengar oleh Kwartet Bintang oleh Guntur Sukarnoputra, putra sulung dari Presiden Soekarno, ada juga Noor Bersaudara, sampai Prambors Vokal Group.

Di Bandung, menurut buku ?100 Tahun Musik Indonesia?, sejak tahun 1967 sudah ada Trio Bimbo sampai Remy Sylado yang membawakan lagu dengan genre folk.

Sementara sejak tahun 1969 nama Lemon Trees dengan dukungan Gombloh dan Leo Imam Soekarno atau yang lebih dikenal dengan nama Leo Kristi, sudah mulai terdengar di Surabaya.?Dikutip dari Tirto.id, Denny Sakrie dalam tulisannya ?Selayang Pandang Folk Indonesia? juga menuliskan kalau Gordon Tobing adalah penyanyi folk pertama di Indonesia, lho!

Selain beberapa musisi yang sudah disebutkan di atas, ternyata ada satu lagi musisi musik folk Indonesia yang tidak akan pernah terlupakan dan tidak boleh terlewatkan, yaitu Iwan Fals, yang bisa dibilang sebagai musisi folk paling populer di tanah air! Begitu juga dengan Ebiet G. Ade?yang masih di jalur musik folk, tentunya karya-karya mereka masih sering terdengar hingga sekarang.Berkembangnya musik folk di Indonesia pun menjadi alasan adanya acara yang bertemakan musik folk, acara seperti Parade Folk Songs yang diadakan pada Juli 1973 di Youth Center yang diadakan di Jakarta Selatan adalah salah satu contoh acaranya.Bukan hanya diapresiasi dengan acara konser musik, di tahun 1973 dan 1974 juga diadakan diskusi tentang musik folk di Institut Teknologi Bandung (ITB) yang menghadirkan musikolog dan kritikus musik.

Musik Folk Indonesia Masa Kini

Setelah melewati era grup-grup band di tahun 90an hingga 2000an, yang berkembang ke grup musik melayu, hingga munculnya banyak grup boyband di sekitaran tahun 2010an. Sampai perlahan-lahan tren grup boyband menurun.

Setelah itu Musik Indonesia bisa dibilang hampir berada di titik jenuh. Dari titik inilah beberapa musisi Indie mulai unjuk gigi, ditambah lagi dengan adanya digital streaming yang bisa dijangkau oleh siapa saja.?Sebenarnya dengan teknologi yang makin berkembang, jika kita mengamati secara luas, maka musik elektronik atau EDM lah yang sedang mewabah mancanegara.

Tapi lain halnya di Indonesia, ada sisi anomali yang muncul, yaitu malah berkembangnya musik Indie, khususnya musik folk.?Disinyalir karena kebosanan para pendengar tentang lagu cinta-cintaan yang mendayu-dayu, akhirnya musik Indie menjadi salah satu alternatifnya.

Ciri khas yang berbeda-beda dari setiap musisi, lalu lagu yang anti-mainstream entah dari musik ataupun liriknya, memberikan warna baru dalam Industri musik Indonesia. Dan kebanyakan musisi folk pun berada pada jalur Indie, yang notabene masih berada dalam satu akar yang sama.?

Sekarang, musik folk kini menjadi salah satu alternatif genre yang digandrungi pendengar musik Indonesia. kalau dirunut kebelakang sejenak, munculnya kembali musik folk ditandai dengan munculnya kembali musisi-musisi muda yang menggunakan musik folk sebagai bagian dari karya mereka, salah satu contohnya adalah lagu-lagu karya Payung Teduh.

Bubar di akhir tahun 2017 kemarin, karya-karya Payung Teduh masih jadi salah satu contoh kebangkitan musik folk ditengah-tengah dunia musik, apalagi dunia musik anak muda. Salah satu lagunya yang berjudul ?Untuk Perempuan Yang Sedang Di Pelukan? jadi salah satu lagu folk Payung Teduh yang masih sering diputar.

Band lainnya adalah Dialog Dini Hari, yang beranggotakan Dadang SH Pranoto, Joshua Stevenson, dan Mark Liepmann. Dibentuk pada tahun 2008, lagu-lagu musik folk Dialog Dini Hari juga menjadi salah satu trigger munculnya banyak musik folk di industri musik Indonesia.

Satu lagi yang bisa jadi contoh sebagai 'penyemangat' lahirnya karya-karya musik folk di Indonesia adalah karya-karya Danilla Riyadi. Lahir di tahun 1990 dan sering memainkan pianika pada saat manggung, lagu-lagu Danilla bisa jadi contoh musik folk yang lahir di tengah-tengah musik Indonesia.

Dengan eksisnya musik folk di tengah-tengah masyarakat Indonesia, maka cara yang mengapresiasi musik folk juga untungnya masih ada hingga sekarang, di pertengahan tahun 2017 kemarin, Folk Musik Festival 2017 diadakan di Malang, tentunya dengan menampilkan banyak musisi-musisi musik folk tanah air, seperti Silampukau, Payung Teduh, Float, Monita Tahalea, Stars and Rabbit, Vira Talisa dan musisi-musisi lainnya.

Bagaimana? Sekarang jadi tahu kan asal-usul musik folk di Indonesia dari sejarah hingga perkembangannya yang ada di tanah air, sebelum pergi, yuk cek SENANDUNG, pendatang baru di dunia musik folk Indonesia!

By Analuna Manullang

Related Article